MATERIAL

1. Multipleks / Plywood sebagai bahan dasar.

Plywood

Multiplek

 

 

 

 

 

 

 

Apa sebenarnya yang disebut dengan plywood? Dalam bahasa Indonesia disebut kayu lapis dan dalam bahasa sehari-hari para tukang kayu awam menyebutnya tripleks, walaupun sebenarnya lebih dari 3 lapisan. Di instansi pendidikan lain menyebutnya sebagai multipleks yang berarti beberapa lapisan.

Plywood terbuat dari beberapa lembaran tipis, atau lapisan yang arah seratnya disusun saling melintang antara lembaran bawah dengan lembaran bagian atas secara bersamaan dengan lem khusus di bawah tekanan besar sehingga didapatkan ketebalan tertentu. Lembaran-lembaran tersebut biasanya di peroleh dari proses pengupasan kayu log secara rotary. Dari proses ini diperoleh lembaran yang lebar dan panjang pada ketebalan yang kecil (0.3mm – 3 mm).

Dari konstruksi yang digunakan untuk membuat plywood, maka bahan ini sangat tahan terhadap resiko pecah/retak, melengkung atau melintir yang tergantung pula pada ketebalannya. Dimulai dari standar ketebalan 3mm, 4mm, 6,9,12,15,18mm dan seterusnya.

Pada awalnya plywood diproduksi karena kebutuhan akan papan lebar sangat besar dan apabila menggunakan kayu solid sangat beresiko tinggi terhadap efek penyusutan kayu (melengkung, melintir dan pecah/retak). Namun demikian plywood juga memiliki keterbatasan dalam ukuran panjang dan lebar.

Kelebihan plywood adalah karena daya Kelemahan paling besar pada plywood terdapat pada sisi tebalnya. Sisi tebal plywood merupakan bagian yang paling mudah menyerap air dan permukaannya sangat kasar. Untuk mendapatkan kehalusan yang baik harus ditambahkan penutup sisi tebal. tahannya terhadap penyusutan kayu dan ukuran panjang lebar yang tidak mungkin didapatkan dari kayu solid pada posisi kualitas yang sama.
Tetapi bukan berarti plywood punya daya tahan yang sama kuatnya terhadap cuaca. material ini hanya direkomendasikan untuk perabot di dalam ruangan (indoor). Kelemahan paling besar pada plywood terdapat pada sisi tebalnya. Sisi tebal plywood merupakan bagian yang paling mudah menyerap air dan permukaannya sangat kasar. Untuk mendapatkan kehalusan yang baik harus ditambahkan penutup sisi tebal.

Apa sebenarnya yang disebut dengan plywood? Dalam bahasa Indonesia disebut kayu lapis dan dalam bahasa sehari-hari para tukang kayu awam menyebutnya tripleks, walaupun sebenarnya lebih dari 3 lapisan. Di instansi pendidikan lain menyebutnya sebagai multipleks yang berarti beberapa lapisan.

Plywood terbuat dari beberapa lembaran tipis, atau lapisan yang arah seratnya disusun saling melintang antara lembaran bawah dengan lembaran bagian atas secara bersamaan dengan lem khusus di bawah tekanan besar sehingga didapatkan ketebalan tertentu. Lembaran-lembaran tersebut biasanya di peroleh dari proses pengupasan kayu log secara rotary. Dari proses ini diperoleh lembaran yang lebar dan panjang pada ketebalan yang kecil (0.3mm – 3 mm).

Dari konstruksi yang digunakan untuk membuat plywood, maka bahan ini sangat tahan terhadap resiko pecah/retak, melengkung atau melintir yang tergantung pula pada ketebalannya. Dimulai dari standar ketebalan 3mm, 4mm, 6,9,12,15,18mm dan seterusnya.

Pada awalnya plywood diproduksi karena kebutuhan akan papan lebar sangat besar dan apabila menggunakan kayu solid sangat beresiko tinggi terhadap efek penyusutan kayu (melengkung, melintir dan pecah/retak). Namun demikian plywood juga memiliki keterbatasan dalam ukuran panjang dan lebar.

Kelebihan plywood adalah karena daya tahannya terhadap penyusutan kayu dan ukuran panjang lebar yang tidak mungkin didapatkan dari kayu solid pada posisi kualitas yang sama.
Tetapi bukan berarti plywood punya daya tahan yang sama kuatnya terhadap cuaca. material ini hanya direkomendasikan untuk perabot di dalam ruangan (indoor). Kelemahan paling besar pada plywood terdapat pada sisi tebalnya. Sisi tebal plywood merupakan bagian yang paling mudah menyerap air dan permukaannya sangat kasar. Untuk mendapatkan kehalusan yang baik harus ditambahkan penutup sisi tebal.

2. Granit untuk top tebel.

KELLY KITCHEN SET mengulas kembali apa itu yang dinamakan granit/ganite.
Granit/Granite menjadi pilihan utama sebagai bahan baku untuk diaplikasikan ke bangunan, baik interior maupun eksterior.Hal ini sudah berlangsung sejak zaman dahulu, trend ini kembali diangkat di kalangan masyarkat kita, dan membawa pengaruh positif terhadap sentuhan style pada dunia Arsitektur.Terlintas pertanyaan, apa itu Granit/Granite, bgaimana proses terbentuknya, serta pemanfaatannya…?
Secara garis besar granit/granite dalam bahasa latinnya(granum) termasuk jenis batuan beku plutonik yang besar, keras dan kuat. Oleh karena itu granit sering digunakan untuk pekerjaan struktur besar karena kekuatan dan daya tahan tekannya.
Sedangkan proses terbentuknya Batu Granit/granite itu sendiri terjadi dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral penyusunnya relatif besar.Proses ini terjadi sepanjang waktu,baik di masa lampau maupun masa yang akan datang.
Tidak dapat dipungkiri Granit/Granite memiliki unsur seni dan ciri khas tersendiri dalam pola gaya, tekstur dan warna serta paling fleksibel dan trendi dari semua batu.

Beberapa diantaranya bahkan menjadi pilihan untuk dijadikan dinding rumah, lantai, batu hias dan masih sangat banyak lagi yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan Interior maupun Eksterior.

3. HPL / DUKO untuk finishing.

HPL atau High Pressure Laminate adalah bahan pelapis yang digunakan sebagai lapisan paling atas (paling depan) furniture kayu. Penggunaannya langsung ditempel ke permukaan kayu. Pada saat ini keberadaan hpl mulai menggeser cat semprot duko / melamik sebagai finishing mebel, dan relatif lebih disukai dan lebih banyak digunakan oleh perusahaan interior.
Yang perlu diperhatikan dalam proses aplikasi HPL adalah di bagian sudut furniture. Bisa menggunakan lapisan edging, atau bisa juga menggunakan HPL tersebut. Satu lagi, karena pada bekas potongan HPL selalu berwarna hitam, maka biasanya menutup bekas potongan tadi memakai cat yang warnanya semirip mungkin dengan warna dominan di HPL itu.
Ada beberapa keunggulan penggunaan HPL, antara lain :
  1. Furniture yang menggunakan finishing HPL tidak memerlukan tukang khusus finishing, cukup tukang kayu saja.
  2. Warna dan motif furniture akan sama, tidak beresiko belang-belang seperti jika menggunakan finishing cat duco.
  3. Memiliki banyak sekali jenis, mulai dari motif kayu, warna solid, metalik, hingga motif seperti marmer dan granit.
  4. Pemakaian HPL lebih cepat selesai dibanding dengan finishing spray.
  5. Cocok untuk furniture dengan tampilan yang modern dan minimalis.
  6. Lebih bersih dalam aplikasinya.
  7. Ketahanan yang lebih baik terhadap panas, goresan, zat kimia.
  8. Relatif lebih murah.
Demikian sedikit ulasan tentang HPL.